Company Logo
slide 1 slide 2 slide 3

Main Menu

Notice

Home

Keperluan Hidup

Keperluan Hidup & Pembiayaan

 

Ingat Study di Jerman adalah Free atau Gratis, namun demikian, pada setiap semester, para mahasiswa akan dikenakan biaya untuk uang administrasi mahasiswa, uang sosial dan Semesterticket (tidak wajib di setiap tempat) dan ada kemungkinan biaya tambahan yang lain, keseluruhannya berkisar € 250-€750 per semester, tergantung kebijakan dari masing-masing universitas. Semesterticket adalah tiket para pelajar untuk menggunakan jasa angkutan untuk suatu daerah tertentu selama 1 semester. Jadi dalam 1 semester, mahasiswa tersebut tidak perlu membayar uang angkutan. Perlu diingat, semester ticket hanya diperuntukkan bagi calon mahasiswa ataupun seseorang yang terdaftars sebagai mahasiswa. Peserta kursus bahasa tidak mendapatkan semester ticket. Sebagai salah satu solusinya adalah membeli tiket tiket bulanan yang harganya lebih murah daripada tiket mingguan ataupun tiket harian.

 

Berdasarkan teoritisnya, biaya hidup termasuk asuransi dan biaya-biaya tambahan per bulan di Jerman berkisar €500 - €700,- . Tapi dengan hidup yang normal, kebanyakan mahasiswa indonesia mengeluarkan biaya sekitar € 350,- sampai sekitar € 550 - per bulan. Tergantung dari gaya hidup yang mereka lakukan, dan juga situasi ekonomi dari kota tersebut.

 

Beberapa barang-barang yang selayaknya dibawa ke jerman tercantum dibawah ini, kebanyakan barang-barang tersebut harganya lebih mahal bila dibeli di jerman.

 

Check list:

1. Baju, Celana, dan perlengkapan

  • Sweater & Jacket (lebih baik yang kedap air dan cukup tebal)
  • Dasi
  • Tali Pinggang
  • Sarung Tangan
  • Syal
  • T-Shirt (Banyak)
  • Baju lengan panjang
  • Kemeja / Blus untuk acara resmi
  • Pakaian dalam
  • Celana Pendek / Rok
  • Jeans.
  • Kaus Kaki

 

2. Sepatu & Sandal

  • Sepatu santai (kets - nyaman dipakai ketika musim panas)
  • Sepatu Olahraga
  • Sepatu Boots (untuk musim dingin)
  • Sepatu hak tinggi (Untuk wanita dalam acara resmi)
  • Sandal Rumah

 

3. Keperluan sekolah

  • Catatan selama di SMU dan Goethe Ins.
  • Buku-buku Teks sesuai dengan bidang study kita.
  • Tas
  • Kalkulator
  • Kamus (Jerman-Indonesia, Jerman Inggris, Penjelasan Jerman)
  • Pena
  • Agenda/Organizer
  • Pensil
  • Penggaris (Panjang dan segitiga)
  • Paper Clips
  • Stapler
  • Stabilo
  • Penghapus
  • Lem, selotip

 

4. Obat-obatan

  • Obat Alergi (Bagi yang mempunyai alergi)
  • Tensoplas
  • Obat Batuk Pilek, Sakit kepala, antibiotik, obat sakit maag, dll.
  • Multivitamin
  • Obat khusus/pribadi

 

5. Keperluan kamar Mandi

  • Sabun
  • Parfum/Deodorant
  • Sikat Gigi
  • Pasta Gigi
  • Sisir
  • Hair spray/Hair Gel
  • Ikat Rambut/Jepitan Rambut
  • Alat Cukur
  • Skin Lotion (untuk kulit yang kering)
  • Handuk
  • Make-Up
  • Make-Up Removers

 

6. Lain-lain

  • Rice Cooker.
  • Jas hujan / payung.
  • Koper (kalau bisa juga koper kecil untuk bepergian)
  • Setrikaan
  • Bumbu-bumbu masak dari Indonesia yang tahan lama.
  • Perhiasan
  • Walkman
  • Handphone
  • Al Quran/kitab suci
  • Foto Keluarga

Langkah Selanjutnya

Perisiapan Bahasa

Terdapat juga kemungkinan untuk memulai belajar bahasa di negara Jerman dengan mengambil kelas intensif di berbagai jenis sekolah bahasa di Jerman. Belajar bahasa Jerman dengan cara ini mempunyai keuntungan proses belajar bahasa Jerman akan sangat pesat dan baik, tapi dengan kerugian memakan biaya yang relatif banyak Contoh:

  • Goethe Institut Jerman : Per bulan bisa mencapai € 1000- € 1.500,-

  • Volkshochschule di Jerman : Per bulan € 300 - € 500,-

 

Untuk lebih jelasnya, silahkan This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. kami

Perhatian: Pada saat Anda melamar Visa, jangan melamar Visa untuk hanya mengikuti kursus bahasa, melainkan visa studi. Jika Anda melamar visa untuk mengikuti kursus bahasa, Anda harus kembali ke Indonesia dan mengajukan visa studi kembali untuk melanjutkan studi di Jerman. Visa untuk kursus bahasa tidak dapat dikonversi di Jerman menjadi visa studi atau visa lamaran studi!

 

Surat Panggilan

Langkah awal untuk memulai pengurusan selain kursus bahasa adalah melamar ke universitas (Fachhochschule) yang dituju. Folmulir Permohonan bisa anda dapatkan pada universitas tersebut dengan mengirim surat dalam bahasa inggris atau jerman, atau bisa memfotocopy-nya.

Setelah anda mendapatkan fomulir ini, hendaknya secepatnya mengirimkan kembali karena batas pendaftaran untuk musim dingin berakhir pada 15. Juli dan untuk musim panas berakhir pada 15 januari.

Yang harus ditambahkan pada folmulir pendaftaran.

  • Legalisir ijazah pendidikan terakhir yang sudah di terjemahkan
  • Legalisir ijazah bahasa atau surat keterangan pernah / sedang mengikuti kursus bahasa di instansi pendidikan bahasa jerman.
  • Riwayat hidup yang ditulis dalam bahasa inggris atau jerman.
  • Foto
  • Amplop balasan yang sudah ditulis alamat pengirim beserta prangko internasional.
Masing-masing Universitas mempunyai perbedaan dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

 

 

VISA

Setelah anda mendapatkan surat dari Universitas / sekolah bahasa di jerman, makan anda berhak untuk mengajukan visa belajar,beberapa contoh visa diterangkan dibawah ini.

Ada tiga jenis visa yang dapat diberikan kepada Anda:

  1. Visa lamaran studi (bila Anda masih belum memiliki tanda diterima di perguruan tinggi atau bukti lamaran studi)

  2. Visa studi (bila Anda sudah memiliki tanda diterima di perguruan tinggi atau bukti lamaran studi)

  3. Visa untuk mengikuti kursus bahasa (bila Anda hanya untuk mengikuti kursus bahasa saja di Jerman) Perhatian: Bila Anda ingin langsung melanjutkan studi di Jerman setelah menyelesaikan kursus bahasa, maka Anda sebaiknya langsung menempuh prosedur pengurusan visa untuk maksud kunjungan Anda (visa lamaran studi atau visa studi) sejak dari awalnya, karena kalau tidak, maka Anda harus keluar dari Jerman dan harus mengajukan permohonan visa lagi dari Indonesia. Visa untuk kursus bahasa tidak dapat dikonversi di Jerman menjadi visa studi atau visa lamaran studi!

Dokumen yang harus dibawa untuk mengurus Visa:

  • Paspor yang masih berlaku disertai 2 lembar fotokopi Passport.

  • Fotokopi ijazah sekolah lanjutan atas (STTB) yang sudah dilegalisir oleh Depdikbud.

  • Jaminan Keuangan dari sponsor

    1. Apabila pembiayaan tersebut ditanggung oleh seseorang dari Indonesia (contoh: orang tua) maka orang tersebut berkewajiban menanggung semua biaya studi selama masa studi (contoh bukti jaminan: deposito keuangan sebesar Rp. 70.000.000,- atau sekitar € 7000 yang harus diblokir, dikirim ke tabungan anda di Jerman, per bulan sekitar € [7000/12] ~ € 585 dan berlaku selama minimum 1 tahun)

    2. Apabila pembiayaan tersebut ditanggung oleh sponsor di Jerman, maka harus diserahkan satu pernyataan kewajiban, dimana dinyatakan bahwa dia berkewajiban menanggung segala biaya selama masa studi

    3. Apabila pembiayaan ditanggung oleh beasiswa maka harus diserahkan surat persetujuan pemberian beasiswa. Bagaimanapun juga harus dipastikan bahwa Anda harus benar-benar mempunyai dana yang cukup di Jerman!

  • STTB Indonesia dan terjemahannya dalam bahasa Jerman oleh penerjemah yang telah disumpah dan diakui kedutaan (daftar penerjemah dapat diambil di kedutaan Jerman)

  • Fotocopy Formulir pendaftaran Uni yang sudah diisi

  • Formulir Visa yang sudah diisi (Akan anda dapatkan di kedutaan)

  • Pas Foto 2 lembar (4x6)

  • Fotokopi ijazah pengetahuan bahasa Jerman (bila ada)

  • Surat keterangan sehat dari dokter atau rumah sakit dalam bahasa Inggris atau Jerman.

Willkommen in Deutschland!

 

 

Setelah proses ini selesai, maka anda berhak untuk masuk ke negara Jerman untuk memulai masa hidup kapitel baru anda.

 

 

 

Fakta Jerman

 

Republik Federal Jerman adalah suatu negara berbentuk federasi di Eropa Tengah yang beribukotakan Berlin. Negara ini merupakan negara dengan posisi ekonomi dan politik yang penting di Eropa maupun di tingkat dunia. Dengan luas 357.021 kilometer persegi (kira-kira dua setengah kali Pulau Jawa) dan penduduk sekitar 82 juta jiwa. Jerman terbagi menjadi 16 negara bagian, yang disebut Bundesland.

Berikut ini nama-nama Bundesländer (Negara-negara bagian) di Jerman dengan ibu kotanya:

1. Baden-Württemberg - Stuttgart

2. Bayern München

3. Berlin Berlin

4. Brandenburg Potsdam

5. Bremen Bremen

6. Hamburg Hamburg

7. Hessen Wiesbaden

8. Mecklenburg-Vorpommern Schwerin

9. Niedersachsen Hannover

10. Nordrhein-Westfalen Düsseldorf

11. Rheinland-Pfalz Mainz

12. Saarland Saarbrücken

13. Sachsen Dresden

14. Sachsen-Anhalt - Magdeburg

15. Schleswig-Holstein Kiel

16. Thüringen Erfurt

 

 

Jerman memiliki banyak kota besar namun hanya tiga yang memiliki lebih dari satu juta orang:

Berlin dengan 3,4 juta orang, Hamburg dengan 1,8 juta orang, dan München dengan 1,4 juta orang.

Dengan demikian populasi tidak terlalu terpusat dan berorientasi ke satu kota besar saja bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Kota terbesar lainnya adalah : Köln, Frankfurt am Main, Stuttgart, Dortmund, Essen, Düsseldorf, Bremen, Duisburg dan Hannover.

Region terbesar adalah region Rhine-Ruhr, termasuk distrik Düsseldorf-Köln.

 

Jerman (Barat) adalah negara pendiri Masyarakat Ekonomi Eropa (kelak menjadi Uni Eropa pada tahun 1993). Negara ini juga menjadi anggota zona Schengen dan pengguna mata uang Euro sejak 2002. Sebagai negara penting, Jerman adalah anggota G8, G20, menduduki urutan keempat dalam Produk Domestik Bruto dan urutan kelima dalam Keseimbangan Kemampuan Berbelanja (2009), urutan kedua negara pengekspor dan urutan kedua negara pengimpor barang (2009), dan menduduki urutan kedua di dunia dalam nilai bantuan pembangunan dalam anggaran tahunannya (2008). Jerman juga dikenal sebagai negara dengan sistem jaringan pengaman sosial yang baik dan memiliki standar hidup yang sangat tinggi. Jerman dikenal sebagai negara dengan penguasaan ilmu dan teknologi maju di berbagai bidang, baik ilmu-ilmu alamiah maupun sosial dan kemanusiaan, selain sebagai negara yang banyak mencetak prestasi di bidang keolahragaan

Faktor Bahasa

Tetapi kita juga perlu realistis untuk melihat kekurangan studi di Jerman. Pertama adalah kendala bahasa, bahasa Jerman bukanlah bahasa yang dipelajari di sekolah indonesia, di sisi lain kemampuan berbahasa Inggris juga diperlukan di dunia kerja nanti.

 

Bahasa sebagai kunci penerimaan mahasiswa di universitas luar negeri. Bila kamu hendak kuliah di jerman, salah satu hal yang paling utama diperhatikan adalah belajar bahasa jerman, kecuali bila kamu ingin mengambil program master dengan jangka waktu setahun dan tidak ada tuntutan belajar bahasa jerman.

 

Persiapan bahasa hendaknya sudah direncanakan di Indonesia, karena kursus bahasa di jerman cukup mahal, walaupun dalam hal percakapan nanti akan lebih cepat menguasai.

 

Selain di Goethe Ins. Jakarta (Jl. Sam Ratulangi) terdapat pula Goethe Ins. Bandung dan Yayasan Goethe Indonesia Surabaya, serta banyak lembaga-lembaga bahasa yang menawarkan kursus bahasa jerman, baik itu intensiv atau hanya dua kali dalam seminggu.

 

Hampir semua Universitas di Jerman menggunakan bahasa pengantar pengajaran Jerman, oleh karena itu persiapan bahasa di Jerman dari Indonesia sangat disarankan. Karena bahasa Jerman bukanlah bahasa yang mudah dipelajari, persiapan bahasa Jerman sebaiknya dimulai sedini mungkin.

 

Sebagian besar Perguruan Tinggi di Jerman mempunyai persyaratan kemampuan bahasa minimum sampai mempunyai ijazah ZDaF dari Goethe Institut untuk mendaftar ke Studienkolleg.

 

Namun, dari segi positivnya, mahasiswa indonesia yang selesai sekolah di jerman biasanya bisa berbicara minimal 3 bahasa (Indonesia, Jerman dan Inggris). Beberapa mahasiswa bahkan masi bisa bahasa mandarin dan spanyol. Kemampuan berbahasa ini akan memberikan kesempatan yang luas untuk bekerja di dunia. Mahasiswa Indonesia lulusan jerman biasanya akan mampu mendapatkan kerja di seluruh dunia.

 




Powered by Joomla!®. Designed by: joomla 1.6 templates web hosting Valid XHTML and CSS.